Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Birrul waalidain - dapat dipahami sebagai berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan dianggap sebagai ibadah yang memiliki kedudukan  mulia dan agung dalam islam. Perintah untuk bersyukur kepada orang tua disebut langsung setelah perintah untuk bersyukur kepada Allah.
Hendaklah bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tua. (Q.S. Luqman:14)
Birrul waalidain yang pelaksanaannya meliputi segala bentuk kebijakan kepada kedua orang tua, baik yang berupa perasaan di hati seperti rasa hormat dan mencintainya dengan sepenuh hati, perkataan di bibir seperti lantunan doa-doa untuk keduanya dan berbicara yang sopan&santun.

Begitu besar dan pentingnya birrul waalidain sehingga ketika Ibnu Mas'ud ditanya tentang sarana apakah yang paling efektif untuk menghapuskan dosa-dosa besar di masa lalu, beliau menjawab "Aku tidak melihat sarana paling sesuai untuk itu selain menjaga shalat lima waktu dengan sebaik-baiknya dan berbakti kepada kedua orang tua."

kebalikan dari Birrul waalidain adalah Uquuqul waalidain, yaitu durhaka kepada kedua orang tua dengan berperilaku buruk yang bisa menyakiti hati mereka, baik berupa sikap batin, perkataan ataupun perbuatan yang bertentangan dengan birrul waalidain.

Tidak melaksanakan birrul waalidain termasuk dosa besar yang pelakunya diancam azab neraka. Allah SWT bisa menangguhkan siksa terhadap pelaku perbuatan dosa yang menyangkut hak-haknya hingga nanti di akhirat, namun tidak bagi orang yang mendurhakai orang tuanya, melainkan akan disegerakan azabnya di dunia.



Kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua bukan semata-mata berlandaskan tradisi dan pandangan baik dan buruk menurut menurut pandangan manusia. Di antara landasan syar'i tentang kewajiban berbakti kepada kedua orang tua adalah :
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara kedua atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka sekalikali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil" (Q.S Al-Isra':23-24). 

Sabda Rasulullah SAW, diriwayatkan dari ibnu Mas'ud r.a., berkata : "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Amal apakah yang paling disukai Allah?' Beliau bersabda, 'Shalat pada waktunya, 'Aku bertanya lagi, 'apa lagi?' Jawab beliau, berbakti kepada kedua orang tua."Aku bertanya lag, 'apa lagi?' jawab beliau, 'Jihad fi sabilillah'," (H.R Bukhari). 

Durhakan kepada kedua orang tua demgan bersikap buruk, baik dengan hati, perkataan, ataupun perbuatan yang bisa menyakiti hati mereka adalah dosa besar (berdasarkan sebuah riwayat dalam Musnad Imam Ahmad). Di antara bahaya dan keburukan durhakan kepada kedua orang tua adalah :


  1. Dijauhkan dari rahmat Allah
  2. Tidak akan masuk surga
  3. Disegerakan azabnya di dunia
  4. Jauh dari berkah dan didurhakai anaknya. 
Bagi yang mendapati orang tuanya masih hidup bersamanya, amat rugi jika itu tidak di jadikan sebagai peluang untuk meraih surga dengan berbakti kepada mereka. Sedangkan bagi yang sudah ditinggal oleh orang tuanya, sementara dulu belum berbakti dengan sebaik-baiknya, tidak ada kata terlambat. Petunjuk Rasulullah SAW tersebut sangat jelas untuk dilaksanakan. Begitulah islam mengajarkan kehidupan yang harmonis antargenerasi. Dengan birrul waalidain, yang muda akan menghormati yang tua, yang tua akan menyayangi yang muda..

3 Responses to "Berbakti Kepada Kedua Orang Tua"

Yuk.. Komentar nya yang berhubungan dengan tema atau agama islam