Penyelesaian Masalah Palestina

Rabu, 13 Desember 2017- KTT luar biasa OKI di Istanbul Turki undangan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan. KTT tersebut membahas perkembangan yang terjadi akibat pengumuman Presiden Amerika Srikat Donald Trump pada 7 Desember 2017 yang mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibukota negara Yahudi Israel.
KTT OKI diselenggarakan hanya 6 hari setelah pengumuman Trump dan dihadiri oleh 55 pemimpin negeri-negeri Islam. Hasil KTT menyebutkan bahwa OKI menolak pengumuman Trump dan pengakuannya atas Yerussalem sebagai ibukota Israel. OKI juga menegaskan bahwa pengumuman Trump berarti secara sengaja menghancurkan upaya perdamaian serta menyulut radikalisme dan terorisme. Para kepala negara OKI (anggota OKI) juga menegaskan komitmen mereka terhadap perdamaian yang adil dan menyeluruh diatas asas solusi dua negara (two state solution). Merekapun berkomitmen untuk mengakui Yerussalem Timur sebagai ibukota Palestina sesuai rujukan-rujukan Internasional serta prakarsa Arab tahun 2002 yang dijadikan sandaran oleh KTT luarbiasa di Makkah Al-Mukarramah tahun 2005 dan dianggap sebagai pilihan strategis.
Dalam forum internasional lainnya, sebuah rancangan resolusi yang digagas oleh Mesir diajukan ke DK PBB yang menolak pengakuan atas Yerussalem sebagai ibukota Israel. Namun demikian, rancangan itupun kandas karena diveto oleh AS.
Apakah KTT semacam itu dan berbagai perundingan lainnya akan menjadi solusi permasalahan palestina?.
Bibit Masalah Palestina
Awal mula, pada abad 20-an dan 30-an orang-orang yahudi dair berbagai negara, utamanya dari wilayah Eropa, berbondong -bondong bermigrasi ke wilayah Palestina. Migrasi itu terjadi karena telah dipersiapkan melalui perjanjian Sykes-Picot 1916 yang membagi wilayah Khalifah Turki Utsmani Pasca Perang Dunia 1 antara Inggris dan Prancis. Salah satu poinnya: wilayah Palestina menjadi wilayah Internasional dibawah pimpinan Inggris, Perancis dan Rusia. Berikutnya pada 1917 muncul Deklarasi Balfour yang menjanjikan Palestina sebagai tanah air Yahudi. Sejak itulah orang-orang Yahudi bermigrasi secara besar-besaran ke Palestina. Yang menjanjikan Palestina sebagai tanah air Yahudi. Sejak itulah orang-orang Yahudi bermigrasi secara besar-besaran ke Palestina.
Tahun 1947, PBB melalui resolusinya membuat pembagian wilayah Palestina. Berdasarkan resolusi itu mendapat 55% wilayah Palestina. Sisanya untuk Palestina 45%. Atas dasar itulah, dukungan Inggris, pada tahun 1948 Israel berdiri.

...

0 Response to "Penyelesaian Masalah Palestina "

Post a Comment

Yuk.. Komentar nya yang berhubungan dengan tema atau agama islam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel