Shalat jumat dan kekhasannya

Shalat jumat dan kekhasannya
[Islam sunni agamaku] Demikian tingginya kemuliaan hari jumat sehingga Rasulullah SAW mentakan bahwa shalat jumat merupakan ibadah haji bagi orang yang tidak mampu melakukan perjalanan ke tanah suci Makkah. Bahkan Shalat jumat dan kekhasannya lebih disukai Rasulullah SAW dari pada ibadah haji tathawwu.
Hadits beliau mengenai hal ini diriwayatkan oleh Humaid bin Zanjawiyyah yang menuturkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, yang artinya
Shalat jumat adalah ibadah haji bagi kaum miskin.
Dari hadits yang diriwayatkan oleh Sa'ad bin Al-Musayyab, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya
Shalat jumat lebih aku sukai daripada ibadah haji tathawwu
Shalat jumat yang mensyariatkan kemuliaan hari itu mempunyai ketentuan-ketentuan khusus yang tidak sama dengan shalat-shalat fardhu lainnya. Antara lain disunnahkan jumlah jamaah tidak kurang dari 40 orang. Demikianlah menurut Hadits Jabir bin Abdullah.

Akan tetapi mengenai jumlah peserta jamaah yang tidak boleh kurang dari 40 orang itu tidak merupakan persyaratan mutlak. Banyak ulama dan imam seperti Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa shalat jumat dapat dilaksanakan berjamaah meskipun jumlahnya kurang dari 40 orang, mereka menilai Hadits dari Jabir lemah isnad-nya.

Demikian besarnya arti shalat jumat bagi kaum muslim sehingga Allah SWT mengkhususkan firmannya :
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. Al-Jumu'ah:9)
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
Barangsiapa yang tiga kali meninggalkan shalat jumat karena meremehkannya, Allah akan mengunci hatinya.
Hadits lain berasal dari Abu Hurairrah Ra, bersabda yang artinya :
Barangsiapa tiga kali menginggalkan shalat jumat tanpa alasan yang benar, Allah akan mengunci hatinya dan ia adalah orang munafik.
Hadits semakna yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Ra, menegaskan bahwa
Barangsiapa tiga kali meninggalkan shalat jumat tanpa alasan yang benar, Allah akan mengunci mati hatinya dengan kunci kemunafikan.
Masih terdapat Hadits-hadits lain yang menunjukan betapa besarnya perhatian Rasulullah SAW kepada masalah kewajiban menunaikan shalat jumat sebagai syiat utama yang melembangkan kemuliaan hari jumat.

Artikel baru lainnya :

Bahkan menurut Hadits yang berasal dari Sa'id, Rasulullah SAW mewajibkan orang yang meninggalkan shalat jumat tanpa khusus udzur, ia harus mengeluarkan sedekah satu dinar, maka sekurang-kurangnya adalah setengah dinar.

0 Response to "Shalat jumat dan kekhasannya"

Post a Comment

Yuk.. Komentar nya yang berhubungan dengan tema atau agama islam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel